Pindar Klik Kami, Kredinesia, dan Kredito Ajak Generasi Muda Bali Lebih Bijak Kenal dan Kelola Keuangan

Pindar Klik Kami, Kredinesia, dan Kredito ajak generasi muda Bali lebih bijak kenal dan kelola keuangan.

SvargaMedia– Tren penggunaan layanan keuangan digital di Indonesia terus meningkat pesat, terutama di kalangan generasi muda.

Namun, peningkatan ini belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman yang memadai terkait pengelolaan keuangan, risiko pinjaman, serta perencanaan finansial jangka panjang, sehingga mendorong pentingnya edukasi yang lebih terarah bagi Gen Z.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pindar menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Unlocking Financial Wise: Bijak Kenal dan Kelola Keuangan” di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, pada Jumat 17 April 2026,  yang diikuti oleh mahasiswa/i jurusan pariwisata serta perwakilan pelaku UMKM di Bali.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan di Provinsi Bali berada di kisaran 57%.

Meski tergolong cukup baik, masih terdapat tantangan dalam memperdalam pemahaman, khususnya di tengah maraknya penggunaan layanan fintech.

Acara ini menghadirkan praktisi fintech berlisensi OJK, yaitu M. Nur Alam, Direktur Utama PT Harapan Fintech Indonesia (Klik Kami); Suardi, Internal Audit PT Kreditku Teknologi Indonesia (Kredinesia); serta Arifin Artejo, Product Manager PT Fintech Digital Indonesia (Kredito).

Para narasumber menekankan pentingnya pemahaman dasar keuangan sebelum menggunakan layanan digital, mulai dari pengelolaan arus kas, memahami risiko pinjaman, hingga memilih layanan yang legal dan terpercaya.

Nur Alam menyampaikan, “Kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Generasi muda perlu memahami cara merencanakan dan mengontrol keuangan agar tidak terjebak dalam beban finansial di masa depan.”

Suardi menambahkan, “Kesadaran terhadap risiko menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat perlu memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial, termasuk risiko pinjaman, agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan.”

Sementara itu, Arifin Artejo menekankan, “Pengguna tidak hanya perlu menggunakan layanan keuangan digital, tetapi juga memahami produk yang digunakan secara menyeluruh—mulai dari manfaat, biaya, hingga risikonya—agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak.”

Melalui diskusi interaktif ini, Pindar mendorong mahasiswa dan pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku ekonomi yang cerdas dan adaptif.

Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata dan usaha daerah.

Pindar berharap generasi muda Bali dapat menjadi pribadi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga cakap finansial, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi daerah. (dp/sva)

 

 

IMG-20250206-WA0079
Iklan kak Dewi
Iklan kak Dewi (2)
WhatsApp Image 2025-04-15 at 13.26.52
Iklan kak Dewi (3)
Papan Iklan Svarga
Papan Iklan 3 Svarga