Magic Garden Rayakan Satu Tahun dan Hadirkan Delapan Pengalaman Baru

Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City. (dok. Nuanu Creative City)

SvargaMedia-  Pada Kamis, 4 Desember 2025 Magic Garden yang merupakan fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2  di dalam Nuanu Creative City, merayakan satu tahun masa beroperasinya.

Setahun sejak pertama kali dibuka untuk publik, Magic Garden kini berdiri sebagai salah satu destinasi edukasi dan rekreasi paling menonjol di Nuanu Creative City.

Area seluas beberapa hektare yang awalnya dirancang sebagai ruang hijau ini telah berkembang menjadi sebuah “kelas belajar hidup”, tempat pengunjung dari berbagai usia dapat merasakan pengalaman langsung berinteraksi dengan alam melalui tanaman dan serangga yang dirawat secara khusus.

Nuanu Creative City sendiri memiliki komitmen besar: mendedikasikan 70% dari total lahannya sebagai ruang hijau.

Komitmen inilah yang kemudian melahirkan Magic Garden sebagai pusat edukasi lingkungan.

Bukan hanya sebagai ruang konservasi, namun juga sebagai sarana pembelajaran regenerasi, keanekaragaman hayati, serta hubungan ekologis antara flora dan fauna.

Selama satu tahun perjalanannya, Magic Garden berkembang dari tiga fasilitas menjadi delapan, menandai pertumbuhan pesat baik dari segi edukasi maupun pengalaman pengunjung.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah membangun ekosistem secara konsisten agar dapat menjadi inkubator bagi orang-orang berbakat yang ingin bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu Creative City.

“Membangun kembali habitat bukan hanya menyediakan rumah bagi serangga, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan untuk murid-murid sekolah dan pengunjung. Kami ingin mereka pulang dengan rasa ingin tahu dan kepedulian yang lebih besar terhadap alam,” imbuhnya.

Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu Creative City, dan Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden. (dok.svargamedia)

Dari Tiga Fasilitas ke Delapan Ruang Pembelajaran Naturalis

Saat diluncurkan pada tahun 2024, Magic Garden hanya memiliki tiga fasilitas utama: Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore.

Namun, dalam satu tahun, ketiga fasilitas awal itu berkembang menjadi jaringan ekosistem yang lebih luas.

Tidak hanya koleksinya yang bertambah, namun juga kualitas pengalaman pengunjung.

Butterfly Garden, misalnya, kini memiliki tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan di alam liar.

Ini dicapai melalui perawatan intensif dan pemahaman mendalam mengenai siklus hidup serangga penyerbuk.

Sementara itu, Botanical Gallery terus menambah koleksi flora asli Bali, termasuk tanaman-tanaman yang terancam punah.

Orchid Galore, salah satu favorit pengunjung, menjadi rumah bagi beragam spesies anggrek, termasuk Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), salah satu bunga nasional Indonesia.

Tahun ini, Magic Garden menambah lima fasilitas baru yang memperkaya pengalaman belajar tentang alam: Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, dan pratinjau eksklusif dari The Glow Project.

Setiap fasilitas memiliki fokus edukasi berbeda—mulai dari prinsip permakultur yang berkelanjutan, penelitian organisme kecil, hingga pelestarian hutan asli dengan metode Miyawaki.

Keberadaan Rabbit Park juga menambah daya tarik tersendiri.

Area ini dirancang tidak hanya sebagai tempat rekreasi anak-anak, tetapi juga sebagai ruang edukasi tentang pentingnya merawat fauna kecil serta memahami perilaku dan ekosistem mereka.

Program Edukasi yang Berdampak Besar

Pertumbuhan Magic Garden tidak hanya terlihat dari jumlah fasilitas, tetapi juga dari berbagai program yang dijalankan.

Selama setahun, Magic Garden telah:

– Melepasliarkan lebih dari 14.000 kupu-kupu

– Bekerja sama dengan lebih dari 30 sekolah dari berbagai wilayah Bali

– Mengadakan 21 lokakarya, mulai dari pembuatan terrarium hingga kokedama

– Mendedikasikan ruang konservasi bagi flora Bali yang terancam punah

– Meluncurkan pameran perdana di Labyrinth Art Gallery bertajuk Liana Reverie

Inisiatif ini dirancang untuk membawa nilai ekologis langsung kepada masyarakat.

Para siswa sekolah menjadi salah satu kelompok pengunjung terbanyak, menjadikan Magic Garden sebagai ruang belajar nonformal yang efektif.

Banyak sekolah mengintegrasikan kunjungan ke Magic Garden sebagai bagian dari kurikulum mereka, terutama untuk pelajaran sains, biologi, dan lingkungan.

Sambut The Glow Project: Cahaya yang Menghidupkan Ekosistem

Sebagai perayaan ulang tahun pertamanya, Magic Garden memberikan bocoran dari proyek yang paling dinantikan: The Glow Project, sebuah pengalaman imersif yang menghadirkan fenomena bioluminesensi dan fluoresensi alami.

Proyek ini telah dikembangkan selama dua tahun dan akan resmi dibuka pada 2026.

The Glow Project menggabungkan 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen yang dipilih berdasarkan relevansi ekologis dan nilai edukatifnya.

Pengunjung akan belajar bagaimana organisme tertentu menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, melindungi diri, hingga beradaptasi dengan lingkungan.

Cahaya bukan hanya fenomena visual, namun bagian penting dari mekanisme bertahan hidup di ekosistem tertentu.

“Setiap makhluk hidup di Magic Garden memiliki cerita dan perannya masing-masing,” ujar Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden.

“Mengelola proyek ini mengajarkan kami bahwa tanggung jawab kami bukan sekadar merawat ruangnya, tetapi juga membawa pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat. Ketika pengunjung mengerti bagaimana alam bekerja melalui cahaya, mereka akan merasakan hubungan yang lebih dalam dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.

The Glow Project akan dibuka khusus pada malam hari, dengan tiket seharga Rp250.000 per orang, dan hanya dapat dinikmati melalui tur bersama pemandu khusus untuk menjaga kualitas edukasi dan keamanan organisme yang ditampilkan.

Menuju Tahun Kedua: Ruang Belajar yang Semakin Hidup

Memasuki tahun keduanya, Magic Garden bertekad untuk memperluas jangkauan edukasinya.

Fokus Magic Garden tetap sama: menghubungkan manusia dengan alam melalui pengalaman langsung, pengamatan dekat, dan interaksi yang mendalam dengan flora serta fauna.

Dalam satu tahun, Magic Garden bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang komunitas, tempat percakapan tentang alam lahir, dan kreativitas berkembang.

Setiap sudutnya dirancang untuk mengajak pengunjung menghargai keanekaragaman hayati—mulai dari kupu-kupu yang baru menetas hingga pohon-pohon muda yang ditanam melalui metode Miyawaki.

Perayaan ulang tahun ini bukan hanya sebuah tonggak pencapaian, namun juga awal dari perjalanan panjang Magic Garden dalam merawat biodiversitas, memperluas akses pendidikan lingkungan, dan menumbuhkan rasa ingin tahu yang mendalam terhadap alam bagi generasi di Bali dan sekitarnya. (dp/sva)

 

IMG-20250206-WA0079
Iklan kak Dewi
Iklan kak Dewi (2)
WhatsApp Image 2025-04-15 at 13.26.52
Iklan kak Dewi (3)
Papan Iklan Svarga
Papan Iklan 3 Svarga