SvargaMedia- Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali berkolaborasi dengan Polres Badung menggelar edukasi literasi digital bertajuk “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial”, Jumat 11 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Badung ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab dan sesuai dengan etika di ruang digital.
Edukasi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni media, kepolisian dan akademisi.
Mereka adalah Lenny Pande selaku Media & Public Relations sekaligus anggota Majelis Etik AMSI Bali, Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH, serta Dr. Ni Made Ras Amanda G., S.Sos, M.Si, akademisi Universitas Udayana yang juga merupakan anggota Majelis Etik AMSI Bali.
Kehadiran ketiganya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai penggunaan media sosial dari berbagai perspektif.
Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya etika ketika berkomunikasi di ruang digital.
“Media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dinilai membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi yang belum tentu benar, ujaran kebencian, hingga potensi pelanggaran hukum yang berawal dari aktivitas daring,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis 10 September 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat membuat masyarakat semakin mudah memperoleh sekaligus menyebarkan berbagai informasi.
Kondisi tersebut membawa manfaat besar, namun di sisi lain juga menuntut pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati sebelum menerima maupun membagikan sebuah informasi.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami cara berkomunikasi secara baik di berbagai platform digital, tetapi juga mampu mengenali informasi yang valid serta memahami konsekuensi hukum yang dapat muncul dari penggunaan media sosial secara tidak bijak.
Aspek etika dan penghormatan terhadap privasi juga menjadi bagian penting dalam edukasi tersebut.
Masyarakat didorong untuk membangun kebiasaan bermedia sosial yang sehat, dengan tetap menghargai hak orang lain serta mempertimbangkan dampak dari setiap informasi atau pernyataan yang disampaikan di ruang digital.
Dari sisi hukum, kehadiran Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba diharapkan memberikan gambaran mengenai berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan aktivitas di media sosial.
Sementara Dr. Ni Made Ras Amanda G. akan memberikan perspektif akademis mengenai fenomena komunikasi digital, khususnya dari sisi pendidikan dan sosial.
Adapun Lenny Pande akan menyampaikan pandangan mengenai peran media serta pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Kolaborasi antara kepolisian, organisasi media dan kalangan akademisi ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat literasi digital masyarakat.
Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk membangun ruang digital yang lebih aman, produktif dan bertanggung jawab.
AMSI Bali sendiri terus mendorong peningkatan kualitas informasi dan pemahaman literasi media melalui berbagai program edukasi.
Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat semakin kritis dalam menerima, menilai dan menyebarkan informasi, terutama ketika arus informasi hadir begitu cepat melalui beragam platform digital.
Selain pemaparan materi, kegiatan “Cerdas Berkomunikasi, Bijak Bermedia Sosial” juga dirancang sebagai ruang diskusi interaktif.
Peserta dapat membahas berbagai persoalan yang mereka temui dalam penggunaan media sosial secara langsung bersama para narasumber, sehingga pemahaman yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga lebih komprehensif.
Dukungan dari berbagai media yang tergabung sebagai anggota AMSI Bali turut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong masyarakat semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi informasi dan menjadikan ruang digital sebagai tempat yang positif, aman serta memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. (dp/sva)